Media
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengaku prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di LP Kerobokan Denpasar, sejak tadi malam.
Menurutnya, aksi pembakaran dan pelemparan batu terhadap sejumlah bangunan di dalam LP sudah menjadi permasalahan sejak lama karena LP Kerobokan dihuni lebih dari 1000 napi untuk kapasitas LP sebanyak 300 orang napi.
"Ini yang jadi permasalahan sudah lama. Itu yang kami sampaikan juga kepada Menkum dan HAM. yang paling penting bagaimana mengatasi over kapasitas. Itulah yang buat awal mula kerusuhan," katanya kepada wartawan di gedung DPR, Rabu, (22/2).
Menurutnya, disamping masalah narkoba yang ada di dalam Lapas, kelebihan kapasitas menjadi masalah utama karena ruang gerak yang tak sepadan dengan kapasitas LP membuat sesama napi saling bersinggungan.
Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Golkar tersebut menyarankan agar Kementerian Hukum dan HAM membuat kebijakan seperti program remisi, pembebasan bersyarat yang bisa mengurangi kelebihan kapasitas dalam LP.
"Bayangkan satu pintu yang harusnya diisi maksimal 15 orang, ini diisi 45 orang. Mungkin sehari dua hari bisa akur, lebih dari sebulan, kita enggak tahu. Dan, itu sudah diatur dalam UU No. 12 Tahun 1995, dan PP No. 28 Tahun 2006. Kita minta itu diselesaikan oleh Menkumham. Apa solusinya untuk mengurangi over kapasitas itu," tuturnya. []
Sumber: Mediaindonesia.com