Golkarku

Grup

GOLKAR TAMBUN UTARA

“Kami tetap pada keputusan Rakerda beberapa waktu lalu yang memutuskan untuk merekomendasikan pak Darip Mulyana ke DPP. Jadi, kami tidak membuka pendaftaran karena merujuk pada menjelang Pemilukada sebelumnya,” ucapnya.
Meski begitu, sambung Obing, DPD tidak melarang bila ada kader Partai Golkar yang berkeinginan untuk mengajukan diri ikut dalam survey internal partai. Namun, DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi tetap pada keputusannya dengan mengusung calon tunggal, yakni Darip Mulyana.
“Kalau pun ada nama-nama yang muncul itu sah-sah saja. Tapi kalau hasil rekomendasi DPD tidak berubah. Jadi, DPD itu bukannya memonopoli, silakan saja kalau ada kader Golkar yang ingin ikut survey internal partai,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Darip Mulyana juga mengatakan hal serupa. Menurut Darip, survey internal terbuka untuk kader Golkar selama proses penjaringan tersebut belum dilakukan dan belum menuai hasil.
“Boleh saja kalau ada yang mau ikut. Mau sampai seratus kader ikut survey juga boleh. Tapi, kalau sudah dilakukan survey dan sudah ada hasilnya, ya tentunya tidak boleh. Saya juga belum tahu kapan akan dilakukan surveynya,” ucapnya.
Dijelaskan Darip, selain survey internal, Partai Golkar kini juga tengah mempersiapkan survey terhadap partai lain yang akan menjadi rival pada Pemilukada mendatang. Sedangkan disinggung soal pasangan, wakil bupati ini mengatakan, baru PDI Perjuangan sudah melakukan pendekatan kepada dirinya.
“Beberapa waktu lalu saya diundang ke PDIP Jawa Barat. Dan, saya ditanya kesiapannya untuk didukung oleh 22 PAC PDIP Kabupaten Bekasi. Dan, saya jawab siap. Tapi, semua itu kan kembali lagi pada keputusan DPP. Kalau DPD belum bisa memutuskan, karena bisa saja keputusan DPD dengan DPP berbeda,” ungkapnya. (enr)

Grup dibuat oleh rafiudin